Symbolic Interaction Theory
Apa Itu Symbolic Interaction Theory?
Teori symbolic interaction atau teori interaksi simbolik dikemukakan oleh George Harbert Mead pada buku nya yang berjudul “The Theoretical Perspective” yang menjadi cikal bakal dari teori interaksi simbolik. Mead sendiri mengawali karir nya menjadi seorang professor di kampus Oberlin, Ohio, dan sering berpindah-pindah tempat untuk mengajar. Hingga akhirnya ia diundang ke universitas Chicago oleh John Dewey. Belia uterus berkarir sebagai seorang ahli psikologi dan menetap di Chicago hingga ia tutup usia pada tahun 1931.
Interaksi simbolik merupakan sebuah pergerakan dalam sosiologi, dengan berfokus pada cara manusia dalam membentuk sebuah makna dan susunan dalam masyarakat melalui percakapan. Dalam bentuk paling mendasar, interaksi simbolik merupakan tindakan sosial yang melibatkan sebuah hubungan dari 3 bangian. Diantaranya yaitu gerak tubuh awal dari salah satu individu, respon dari orang lain terhadap gerak tubuh tersebut, dan sebuah hasil. Hasilnya adalah arti tindakan tersebut bagi pelaku komunikasi.
Asumsi teori interaksi simbolik
1. Pentingnya makna bagi perilaku manusia
Manusia bertindak berdasarkan makna yang diberikan orang lain kepadanya. Perilaku sebagai suatu rangkaian pemikiran perilaku yang dilakukan secara sadar antara rangsangan dan respon orang berkaitan dengan rangsangan tersebut. Makna sendiri diciptakan dalam interaksi manusia, dimana orang-orang memiliki interpretasi yang sama mengenai simbol yang mereka pertukarkan dalam interaksi.
Makna dimodifikasi melalui proses interpretif. Menurut blumer, proses interpretif memiliki 2 langkah. 2 langkah tersebut meliputi para pelaku menentukan benda-benda yang mempunyai makna dan yang kedua yaitu melibatkan pelaku untuk memilih, mengecek, dalam melakukan transformasi makna di dalam konteks dimana mereka berada.
2. Pentingnya konsep mengenai diri
Individu mengembangkan konsep diri melalui interaksi dengan orang lain. Orang-orang tidak lahir dengan konsep diri, melaikan belajar tentang diri mereka melalui interaksi. Selain itu, keluarga merupakan institusi yang sangat penting dalam bersosialisasi untuk membentuk dan membangun sebuah konsep diri.
Konsep diri memberikan motif penting bagi perilaku seperti keyakinan, perasaan, penilaian-penilaian mengenai diri mempengaruhi pelaku. Jika seseorang memiliki keyakinan yang besar maka orang tersebut akan sukses dengan apa yang diyakini nya. Hal ini disebut dengan prediksi pemenuhan diri.
3. Hubungan antara individu dengan masyarakat
Orang dan kelompok dipengaruhi oleh norma sosial dan budaya. Norma sosial membatasi sebuah perilaku individu sedangkan norma budaya secara kuat mempengaruhi perilaku dan sikap yang kita anggap penting dalam konsep diri.
Struktur sosial yang ada dihasilkan oleh interaksi sosial. Karena struktur sosial yang ada dapat berubah jika sebagian orang tidak menjalankan apa yang telah disepakati dan lebih mendominasi sesuatu yang baru. Struktur sosial yang bar ini terbentuk dari interaksi sosial.
Prinsip utama dalam Interaksi simbolik
1. Mind
Mind atau pikiran didefinisikan oleh Mead sebagai kemampuan seseorang untuk menggunakan simbol-simbol yang memiliki makna sosial yang sama. Manusia harus mengembangkan pikiran melalui interaksi dengan orang lain. Pikiran sendiri tidak hanya bergantung pada masyarakat (society) karena menurut Mead mereka sesungguhnya memiliki hubungan timbal balik.
2. Language
Language atau Bahasa merupakan sistem simbol interaksi verbal dan nonverval yang diatur dalam pila untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan. Bahasa bergantung pada simbol signifikan atau simbol-simbol yang dasarnya membangkitkan makna yang sama bagi banyak orang. Dengan menggunakan Bahasa dan berinteraksi dengan orang lain, kita dapat mengembangkan pikiran (mind) dan memungkinkan kita untuk menciptakan pengaturan interior bagi masyarakat yang kita lihat beroperasi diluar kita.
3. Thought
Thought atau pemikiran berimplikasi pada interpretasi yang diberikan pada sebuah simbol. Dasar dari pemikiran adalah Bahasa sebagai proses mental mengkonversi makna, nama dan symbol. Menrurut Mead pemikiran sebagai percakapan batin, yaitu pemikiran intrapersonal. Mead berpendapat bahwa tanpa stimulasi dan interaksi dengan orang lain, seseorang tidak akan mampu untuk melakukan percakapan batin atau mempertahankan pemikirannya.
Inti teori:
Teori ini menekankan individu dalam proses saling memaknai atau menerjemahkan tindakan individu lain melalui simbol-simbol yang pada akhirnya mereka pahami maksud dari tindakan tersebut untuk mencapai kesepakatan Bersama.
Gimana? Sekarang kalian sudah paham belum apa yang dimaksud dari Symbolic Interaction Theory itu?. Semoga artikel ini membantu dan memberikan kalian insight tentang terjadinya symbolic interaction dalam kehidupan sehari-hari kalian yaa! Sampai juma di next blog!
Referensi: West. R., Turner.L., (2009) Introducing communication theory
Disclaimer: Penulis adalah mahasiswa semester I jurusan Hubungan Masyarakat Program Vokasi Universitas Indonesia.
aaaa insightful banget kak!!!
ReplyDeleteterima kasih kak :)
DeleteBermanfaat banget!
ReplyDeletepuji syukur kak jadi bermanfaat! ^^
DeleteZAMALIA KEREN
ReplyDeletemakaci kak zeva!
Deletemakasihh ilmunya tentang symbolic interaction theory, penyampaiannya jelas dan bermanfatt🤩
ReplyDeleteAlhamdulillah! senang bisa membantu!
Deletekeren, rapih pol tulisannyaa!!
ReplyDeletewahh!! thanku kak!
Deletethankyou zalfaa, informatif bgt artikelnyaa <3
ReplyDeletesangat mudah diahamii dan aku jadi makin ngerti adanya simbol untuk kesepakatan bersama!!
ReplyDeletesangat bermanfaat bagi saya pelajar sma yang ingin mencari ilmu sebanyak banyaknya, penyampaian nya juga sangat mudah di mengerti. terimakasih ya admin telah membantu proses belajar saya🙏🙏
ReplyDeletesama-sama terima kasih kembali sudah membaca! ^^
Deletegood job!
ReplyDeletethankss!!
Deleteinformatif banget kerenn
ReplyDeleteTHANKS
Delete